|
|
MAKALAH BIOLOGI
Ø
IMT ( Indeks Masa
Tubuh )
Ø
BMR ( Basale
Metabolic Rate )
Ø
BERAT IDEAL
NAMA : RENA MELANI
N.C.P
KELAS : XI-B
|
Kata
Pengantar
Puji
dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah tentang “ IMT,BMR, dan
BERAT IDEAL” ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai tugas Biologi.
Adapun
makalah ini kami susun berdasarkan pengamatan kami dari internet yang ada
kaitannya dengan makalah yang kami buat. Dalam penyusunan makalah ini tentunya
tidak lepas dari adanya bantuan dari pihak tertentu, oleh karena itu kami tidak
lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua kami, guru pembimbing
kami, dan teman-teman kami yang telah membantu hingga selesainya makalah ini.
Dalam
penyusunan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahannya.
Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat untuk para
pembaca.
Disusun oleh
Rena Melani
Daftar
Isi
Bab
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
1.2 Tujuan
Penulisan
1.3 Rumusan
Masalah
1.4 Metode
Bab
2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian IMT
2.2 Menghitung IMT dan kesimpulannya
2.3 Kelebihan dan kekurangan IMT
2.4 Pengertian Berat Ideal
2.5 Menghitung berat ideal dan kesimpulannya
2.6 Pengertian BMR
2.7 Faktor – faktor yang mempengaruhi BMR
2.8 Menghitung BMR
Bab
3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Bab
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Masa remaja merupakan periode
dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada masa ini terjadi perubahan
yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang
terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan
antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi, baik itu
berupa masalah gizi lebih maupun gizi kurang.
Selain masalah gizi,
remaja saat ini juga mengkhawatirkan tentang berat badannya, termasuk remaja
wanita. Mereka tentu tidak percaya diri jika memiliki berat badan berlebih/
obesitas. Oleh karena itu kami disini menjelaskan perhitungan berat ideal
supaya dapat mengantisipasi obesitas dan menanggulangi obesitas.
Di samping gizi dan
berat ideal, tubuh kita juga membutuhkan kalori per harinya. Tentu tidak lengkap
atau tidak sempurna jika tubuh kekurangan kalori.
1.2
Tujuan
Penulisan
Ø Mengetahui
perkembangan gizi
Ø Mengetahui
cara menanggulangi kekurangan gizi
Ø Mengetahui
berat badan ideal
Ø Mengetahui
kebutuhan kalori tubuh per harinya
1.3
Rumusan Masalah
1
Apa yang dimaksud dengan IMT ?
2
Contoh cara menghitung IMT dan
kesimpulannya?
3
Apakah Kelebihan dan kekurangan IMT ?
4
Apa yang dimaksud dengan Berat Ideal ?
5
Contoh cara menghitung berat ideal dan
kesimpulannya ?
6
Apa yang dimaksud dengan BMR ?
7
Apa sajakah faktor – faktor yang
mempengaruhi BMR ?
8
Contoh cara menghitung BMR ?
1.4Metode
Melalui browsing
internet dari berbagai sumber yang ada.
Bab 2
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian IMT
IMT atau sering juga disebut indeks Quatelet pertama kali
ditemukan oleh seorang ahli matematika Lambert Adolphe Jacques Quatelet adalah
alat pengukuran komposisi tubuh yang paling umum dan sering digunakan. Beberapa
studi telah mengungkapkan bahwa IMT adalah alat pengukuran yang berguna untuk
mengukur obesitas, dan telah direkomendasikan untuk evaluasi klinik pada
obesitas anak (Daniels et al, 1997).
IMT merupakan petunjuk untuk menentukan kelebihan berat
badan berdasarkan indeks quatelet (berat badan dalam kilogram dibagi dengan
kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2)). Interprestasi IMT tergantung pada
umur dan jenis kelamin anak karena anak lelaki dan perempuan memiliki kadar
lemak tubuh yang berbeda. IMT adalah cara termudah untuk memperkirakan obesitas
serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, selain itu juga penting
untuk mengidentifikasi pasien obesitas yang mempunyai risiko komplikasi medis
(Pudjiadi et al, 2010).
Indeks massa tubuh (IMT) adalah nilai yang diambil dari
perhitungan antara berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) seseorang. IMT
dipercayai dapat menjadi indikator atau mengambarkan kadar adipositas dalam
tubuh seseorang. IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung, tetapi
penelitian menunjukkan bahwa IMT berkorelasi dengan pengukuran secara langsung
lemak tubuh seperti underwater weighing dan dual energy x-ray absorbtiometry (Grummer-Strawn
LM et al.,2002).
IMT merupakan altenatif untuk
tindakan pengukuran lemak tubuh karena murah serta metode skrining kategori
berat badan yang mudah dilakukan.
v Rumus :
IMT
= 
Ø Keterangan
: BB : Berat Badan (kg) dan TB : Tinggi Badan (m)
Jika,
IMT = 16 – 18,4 berarti
kandungan gizi kurang
IMT = 18,5 - < 25
berarti kandungan gizi baik
IMT = 25 – 30 berarti
kandungan gizi di atas normal
IMT = > 30 berarti
kandungan gizi sangat berlebihan/obesitas
2.2
Menghitung gizi dan kesimpulannya
Berdasarkan penilaian
gizi yang saya alami :
Saya mempunyai berat
badan 40 kg, dan tinggi badan 152,5 cm.
Jika dimasukkan ke
dalam rumus, sebagai berikut :
Berat badan : 40 kg
Tinggi badan : 152,5 cm
= 1,525 m
IMT =

= 
= 17,199
v Menurut
dari keterangan-keterangan gizi, gizi saya 17,199 dan tergolong ke dalam
kandungan gizi kurang.
Penyebabnya rata-rata dikarenakan
saya mengkonsumsi energi lebih rendah dari kebutuhan yang mengakibatkan
sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak akan digunakan. Kerugiannya
jika seseorang masuk dalam kategori ini antara lain :
a.
Penampilan cenderung kurang menarik.
b. Mudah letih.
c. Resiko
sakit tinggi, beberapa resiko sakit yang dihadapi antara lain: penyakit
infeksi, depresi, anemia dan diare
d. Wanita kurus
kalau hamil mempunyai resiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir
rendah.
e. Kurang
mampu bekerja keras.
Ø
Hal
yang harus saya lakukan :
o
Memakan
makanan dengan susunan menu gizi seimbang.
o
Melakukan
olahraga secara rutin.
o
Melakukan
kegiatan fisik sehari-hari
v
Jika gizi dalam keadaan normal, itu artinya ia sudah mengkonsumsi
energi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan tubuh. Sehingga tidak terjadi
penimbunan energi dalam bentuk lemak, maupun penggunaan lemak sebagai sumber
energi. Keuntungan dari IMT yang normal ini antara lain:
a.
Penampilan menarik, proporsional, dan lincah
b. Resiko penyakit
bisa di minimalisir menjadi lebih rendah.
Ø
Adapun
cara untuk mempertahankan IMT normal adalah:
a.
Mempertahankan kebiasaan makan sehari-hari dengan susunan menu gizi seimbang.
b. Perlu kebiasaan
olah raga yang teratur.
c. Tetap
melakukan kebiasaan fisik sehari-hari.
2.3
Kekurangan
dan Kelebihan Indeks Massa Tubuh
Indeks
massa tubuh (IMT) merupakan salah satu indikator yang dapat dipercayai untuk
mengukur lemak tubuh. Walau bagaimanapun, terdapat beberapa kekurangan dan
kelebihan dalam mnggunakan IMT sebagai indikator pengukuran lemak tubuh.
Ø
Kekurangan
indeks massa tubuh adalah:
1. Pada olahragawan
Tidak akurat pada olahragawan
(terutama atlet bina) yang cenderung berada pada kategori obesitas dalam IMT
disebabkan mereka mempunyai massa otot yang berlebihan walaupun presentase
lemah tubuh mereka dalam kadar yang rendah. Sedangkan dalam pengukuran berdasarkan
berat badan dan tinggi badan, kenaikan nilai IMT adalah disebabkan oleh lemak
tubuh.
2.
Pada anak-anak
Tidak akurat karena jumlah lemak
tubuh akan berubah seiringan dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh badan
seseorang. Jumlah lemak tubuh pada lelaki dan perempuan juga berbeda selama
pertumbuhan. Oleh itu, pada anak-anak dianjurkan untuk mengukur berat badan
berdasarkan nilai persentil yang dibedakan atas jenis kelamin dan usia.
3. Pada kelompok bangsa
Tidak akurat pada kelompok bangsa tertentu
karena harus dimodifikasi mengikut kelompok bangsa tertentu. Sebagai contoh IMT
yang melebihi 23,0 adalah berada dalam kategori kelebihan berat badan dan IMT
yang melebihi 27,5 berada dalam kategori obesitas pada kelompok bangsa seperti
Cina, India, dan Melayu. (CORE, 2007).
Ø
Kelebihan
indeks massa tubuh adalah:
1. Biaya yang
diperlukan tidak mahal
2. Untuk mendapat nilai
pengukuran, hanya diperlukan data berat badan dan tinggi badan seseorang.
3. Mudah dikerjakan dan
hasil bacaan adalah sesuai nilai standar yang telah dinyatakan pada table IMT.
2.4
Pengertian Berat Ideal
Berat Ideal adalah berat yang dimiliki oleh manusia itu
sebanding dengan tinggi badan yang dimiliki oleh manusia tersebut juga.
v Rumus
:
Berat Ideal = Tinggi
badan ( cm ) - 110
2.5
Menghitung bobot ideal dan kesimpulannya
Contohnya adalah
menghitung berat badan ideal saya.
Tinggi badan saya :
152,5 cm
Berat Ideal = 152,5 – 110
= 42,5 kg
Jadi berat badan ideal
saya adalah 42,5 kg. Sedangkan berat saya masih 40 kg, itu artinya berat bedan
saya untuk mencapai berat ideal masih harus menambah 2,5 kg lagi. Penyebab
berat badan saya kurang ideal karena :
o
Kurang memakan makanan yang mengandung
karbohidrat tinggi.
o
Kurang memakan makanan yang mengandung
lemak.
o
Tidur yang tidak pada umumnya ( tidur
sampai larut malam ).
o
Kurang berolahraga secara rutin.
o
Pola makan yang tidak teratur.
Hal yang harus saya
lakukan :
o
Memakan makanan yang berkarbohidrat dan
berlemak.
o
Tidur teratur.
o
Sering berolahraga.
o
Mengatur pola makan yang benar.
2.6
Pengertian BMR
Basal Metabolic Rate ( BMR ) adalah kebutuhan kalori minimum
yang dibutuhkan seseorang hanya untuk sekedar mempertahankan hidup, dengan
asumsi bahwa orang tersebut dalam keadaan istirahat total, tidak melakukan
aktivitas sedikitpun.
v Rumus :
Ø Laki-laki :
1,0 x kg Berat Badan x 24 jam ( untuk usia < 50 tahun )
0,9 x kg Berat Badan x 24 jam ( untuk usia > 50 tahun )
Ø Perempuan :
0,9 x kg Berat Badan x 24 jam ( untuk usia > 50 tahun )
0,8 x kg Berat Badan x 24 jam ( untuk usia < 50 tahun )
2.7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat BMR
ü Genetik, sebagian orang dilahirkan dengan tingkat metabolisme
basal (BMR) tinggi, dan sebagian lagi BMRlebih rendah.
ü Gender, laki – laki cenderung memiliki massa otot lebih besar
daripada perempuan, sehingga BMR laki – laki lebih besar daripada perempuan.
ü Usia, BMR cendererung berkurang seiring dengan bertambahnya
usia. BMR seseorang dapat turun sekitar 2% per dekade.
ü Berat tubuh, semakin berat massa tubuh seseorang, BMRnya akan
lebih tinggi.
ü Body surface area atau Luas permukaan tubuh, ini berkaitan
dengan tinggi dan berat seseorang. Sehingga orang yang lebih tinggi dan besar
cenderung memiliki BMR yang lebih tinggi.
ü Pola makan, dalam keadaan lapar BMR seseorang bisa turun
hingga 30%.
ü Suhu tubuh, setiap kenaikan suhu tubuh 0.5 C,BMR bisa
meningkat hingga 7%.
ü Suhu Lingkungan, suhu lingkungan juga berpengaruh pada
tingkat BMR seseorang. Ini berkaitan dengan upaya penstabilan suhu tubuh.
Semakin rendah suhu lingkungan, BMR akan cenderung lebih tinggi.
ü Hormon, hormon yang mempengaruhi tingkat BMR adalah hormon
tiroksin. Hormon tiroksin sebagai regulator BMR, yang mengatur kecepatan
metabolisme tubuh. Semakin banyak homon tiroksin yang disekresikan, maka akan
semakin tinggi BMRnya.
2.8
Menghitung BMR
Contohnya menghitung
BMR saya.
Berat badan saya 40 kg
dan umur saya 17 tahun. Saya memakai rumus :
BMR = 0,8 x kg Berat Badan x 24 jam
= 0,8 x 40kg x 24 jam
= 768 Kalori/hari.
Jadi tubuh saya
membutuhkan 768 kalori per harinya.
Bab 3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pemenuhan kebutuhan
gizi,kalori pada remaja sangat bermanfaat bagi peningkatan otak ( intelegensi
), bagi tumbuh kembangnya dan juga sangat menunjang dalam aktivitasnya
sehari-hari. Karena dengan pemenuhan kebutuhan gizi, kalori diharapkan nantinya
kebutuhan dan kesehatan pada manusia bisa meningkat dan tidak mengalami
obesitas.
3.2 Saran
1. Remaja sebaiknya
tetap sadar akan kebutuhan gizi dan kalori, serta menjaga berat ideal walaupun
mempunyai aktivitas yang padat.
2. Sadar bahwa kesehatan itu mahal harganya, lebih baik menjegah daripada mengatasi.
3. Dengan pemenuhan kebutuhan gizi pada remaja diharapkan semakin banyak prestasi yang dihasilkan di Negara ini. Karena dengan remaja yang terpenuhi zat gizinya semakin aktif dan konsentrasi dia dalam belajar dan berkreasi.
2. Sadar bahwa kesehatan itu mahal harganya, lebih baik menjegah daripada mengatasi.
3. Dengan pemenuhan kebutuhan gizi pada remaja diharapkan semakin banyak prestasi yang dihasilkan di Negara ini. Karena dengan remaja yang terpenuhi zat gizinya semakin aktif dan konsentrasi dia dalam belajar dan berkreasi.
Daftar
Pustaka
http://www.google.com//gizi remaja//2008
http://rezafachlevi.blogspot.com/2009/05/basal-metabolic-rate-bmr.html